Manajemen Modal

More

Advertisements

Manajemen Resiko Trading

Pengertian Manajemen Resiko

  • Dasar manajemen resiko
  • Pengertian resiko setiap transaksi
  • Pengertian mengenai resiko pasar
  • Risk to reward ratio dan Pareto principle

Manajemen resiko seseorang yang bekerja atau berwirausaha di kawasan strategis, setiap harinya berhadapan dengan kondisi jalanan yang macet. Seseorang tersebut bisa saja yakin dapat sampai di kantor tepat waktu. Namun, tentu kondisi di jalanan tidak ada yang tahu, misalnya pohon tumbang akibat hujan sebelumnya, atau jalanan ditutup atau faktor lain yang dapat menyebabkan terhalangnya perjalanan.

Kemampuan seseorang tersebut dalam mengelola ketidakpastian di jalanan adalah salah satu bentuk manajemen resiko.

Sama halnya dengan dunia finansial. Resiko adalah ketidakpastian yang bakal terjadi dari setiap situasi dan keputusan yang kita ambil. Hanya saja konsekuensi dari manajemen resiko tersebut adalah berkurang atau hilangnya sebagian dana kita.

Manajemen resiko membantu Anda untuk mengenali resiko apa saja yang mungkin dihadapi dan apa saja cara yang perlu dipersiapkan untuk menghadapinya.

Manajeman Resiko penting yang perlu diperhatikan

Dalam trading, manajemen resiko sangat dibutuhkan, karena banyak resiko yang Tentunya banyak jenis resiko yang ada di alam ini yang senantiasa mengintai Anda dalammelakukan aktifitas trading. Dua risiko penting adalah:

1. Manajemen Resiko trading/bertransaksi

Manajemen resiko trading adalah resiko yang Anda ambil ketika menentukan seberapa besar modal dan volume transaksi yang dilibatkan dalam setiap keputusan. Resiko jenis ini sepenuhnya dibawah kontrol Anda.

a. Resiko total equity 

Manajemen resiko Profesional biasanya menganjurkan resiko total dibatasi maksimum hanya sampai 20-30%, jika Anda cukup confident, maka Anda bisa menyesuaikannya.

b. Resiko per kali masuk posisi 

Setelah Anda menentukan batasan resiko equity, barulah manajemen resiko stoploss dapat ditentukan. Metode untuk menentukan stoploss beraneka ragam. Tapi sebaiknya manajemen resiko anda harus melihatnya dari total equity.

Tabel 1 di bawah memberikan gambaran manajemen resiko, bahwa semakin banyak resiko yang Anda ambil, semakin sedikit transaksi yang dapat dieksekusi. Jika Anda ingin menggunakan 1% dari total equity dalam setiap transaksi, maka Anda memiliki 100 kali kesempatan transaksi. Jika Anda memilih 5% dari total ekuiti, Anda akan memiliki 20 kesempatan. Hal ini perlu di pertimbangkan manajemen resikonya agar Anda dapat menemukan rasio risk reward yang sesuai.

Tabel. 1 Perbandingan resiko per transaksi dan kesempatan

Dalam tabel tersebut, dapat dilihat bahwa semakin besar presentase resiko, maka semakin mengecil jumlah kesempatan yang kita miliki. Banyak pihak, menyarankan manajemen resiko tidak boleh lebih besar dari 2% total ekuiti per transaksi, sehingga walaupun 25 kali kesalahan terjadi berurutan, Anda masih memiliki 50% ekuiti untuk dapat memulihkan kinerja trading.
2. Market risk

Manajemen resiko ini adalah resiko yang sudah dimiliki oleh pasar dengan sendirinya, baik sebelum Anda terlibat didalam maupun sesudah itu. Anda sama sekali tidak dapat melakukan apa-apa terhadap jenis resiko ini, kecuali mengenal menganalisa dan mencari cara mengatasinya.

Setiap instrumen trading memiliki keunikan tersendiri, 3 manajemen resiko terpenting yang harus Anda pertimbangkan adalah:


Perubahan harga dan volatilitas

Yang pertama dan yang paling dasar adalah perubahan harga pasar. Perubahan ini tentunya akan menciptakan manajemen resiko tersendiri bagi aktifitas trading Anda. Saham yang berkapital besar biasanya bergerak lebih stabil dibanding yang berkapital kecil. Forex dan index juga sama, beberapa index dan mata uang bergerak lebih stabil dibanding yang lain.

Volatilitas yang tinggi, terutama jika dibarengi dengan range pergerakan yang besar, dapat memaksa Anda untuk melonggarkan batasan resiko yang sudah Anda tentukan, misalnya manajemen resiko dengan cara menempatkan stop loss yang lebih jauh.

Liquidity risk

Untuk melikuidasi posisi saham, biasanya data Anda akan di input dalam daftar antrian. Jika pasar dalam keadaan turun, dan pembeli sulit ditemukan, Anda mungkin tidak dapat melikuidasi posisi hingga kerugian besar menimpa Anda. Resiko seperti ini juga harus dipertimbangkan dalam manajemen resiko, dan mencari cara untuk mengatasi kerugian yang mungkin timbul tersebut, Anda bisa saja, misalnya, melakukan shot sell (jika memungkinkan) atau melakukan hedging di pasar future atau pasar CFD.

Manajemen resiko likuiditas seperti ini bagi instrumen futures atau derivative lain sangat minim, terutama setelah adanya aktifitas online trading, yang memungkinkan pelaksanaan transaksi secara elektronik.

Risiko leverage dan margin

Resiko leverage dapat diartikan sebagai manajemen resiko yang muncul akibat penggunaan skala modal yang lebih besar dibanding modal yang disetorkan. Misalnya Anda dapat membeli atau menjual suatu instrumen seharga $ 100,000,- dengan hanya menyetorkan jaminan dana sebesar $1,000. Jaminan tersebut bukanlah jumlah maksimum kerugian jika pasar bergerak berlawanan dengan posisi Anda, namun sebagian dari modal total yang Anda setorkan juga turut menanggung resiko tersebut. Hal ini terjadi karena leverage mengandung dana pinjaman dan kita harus membayarnya kepada broker jika transaksi berjalan buruk.

Overnight risk

Untuk manajemen resiko instrumen berjangka, Anda menyimpan posisi overnight. Berita tertentu dapat menyebabkan market untuk bergerak di arah yang diinginkan atau sebaliknya. Terkadang, anda tidak dapat menyimpan order likuidasi ketika market tutup. Sehingga nenyimpan posisi overnight merupakan manajemen resiko yang perlu dipertimbangkan.

Contohnya: untuk Lehman Brothers (LEH). Sehari sebelum pengumuman kebangkrutan, saham LEH menutup pada harga $4.00. Pada hari kebangkrutan, LEH membuka pada harga $0.24. Penurunan ini adalah sebesar 94% dalam sehari. Posisi jual akan menghasilkan keuntungan luar biasa pada hari itu, sebaliknya posisi beli akan menggerus keseluruhan modal.
Asumsi manajemen resiko yang perlu diperhatikan

Dalam menyusun manajemen resiko, ada tiga hal yang perlu Anda pertimbangkan sebagai bahan dasar pengelolaan resiko Anda, yang pertama adalah rasio risk to reward, kedua adalah rasio win loss dan yang ketiga adalah prinsip Pareto.

1. Risk to Reward Ratio

Adalah manajemen resiko rasio yang digunakan untuk membandingkan potensi keuntungan dengan resiko dalam setiap pengambilan keputusan transaksi. Risk reward ratio dalam hal ini berbeda dengan yang umumnya dipahami, dalam dunia trading istilah tersebut digunakan sangat sederhana sebagai sebuah gambaran tentang manajemen resiko yang Anda akan ambil untuk mendapatkan sejumlah tertentu keuntungan.

Misalnya jika Anda memiliki rasio risk reward 5:1, bukan berarti bahwa Anda secara nyata menerima keuntungan 5 kali lebih besar dibanding resiko. Sekali lagi bahwa hal ini adalah rasio bukan fakta.

Untuk menyusun rasio risk reward bagi setiap orang akan berbeda-beda dan bersifat subjektif. Investor bermodal besar akan memiliki tingkat penerimaan terhadap resiko lebih besar dibanding pemodal kecil. Faktor personal lain manajemen resiko, seperti tujuan, karakter dan usia juga berpengaruh dalam menyusun rasio.

Untuk menyesuaikan rasio tersebut ke dalam aktifitas transaksi manajemen resiko juga tidak terlalu rumit, ada banyak cara yang dapat dilakukan, misalnya dengan merubah komposisi modal, stop loss atau bahkan dengan merubah exit point.

Menyusun rasio anda sendiri

Penyusunan manajemen resiko reward tidak perlu rumit, bahkan sangat sederhana . Anda hanya perlu menjawab dua pertanyaan di bawah ini;

  1. Berapa jumlah keuntungan yang Anda inginkan dari setiap transaksi? Berapa jumlah dana yang rela Anda tempatkan ke dalam resiko untuk mendapatkan keuntungan tersebut?
  2. Setelah Anda menjawabnya, bagilah jumlah keuntungan tersebut terhadap jumlah resiko yang Anda relakan, dan hasilnya Anda telah mendapatkan rasio risk reward Anda sendiri.

2. Win Loss Ratio

Rasio ini bermaksud mengukur seberapa besar presentase manajemen resiko kemenangan berbanding kerugian yang dihasilkan oleh sistem trading Anda.

Untuk mendapatkannya, Anda tentunya harus memiliki sistem manajemen resiko terlebih dahulu, susunlah sistem tersebut dan uji hasilnya baik dalam bentuk back testing ataupun forward testing dengan menggunakan demo account.

Anda juga dapat melakukannya dengan test visual melalui grafik jika itu mudah dilakukan. Setelah itu, catatlah hasil berapa kali sistem tersebut menghasilkan keuntungan dan berapa kali menghasilkan kegagalan. Dengan demikian manajemen resiko Anda telah mendapatkan win loss ratio.

3. Pareto Principle

“Vital few and trivial many”. Prinsip Pareto mengatakan bahwa 20% dari sesuatu itu selalu mendatangkan hasil 80%. Atau dengan kata lain, 80% hasil diperoleh dari 20% aktifitas, dan 20% dari hasil selalu diperoleh dari 80% aktifitas. Dalam artian trading, profit yang efektif itu datang hanya dari sebagian kecil (20%) aktifitas transaksi Anda.

Anda tidak harus mengadopsi angka prinsip ini secara persis, yang terpenting yang harus kita pahami adalah bahwa kebanyakan dari aktifitas trading biasanya hanya menyumbang sebagian kecil bagi pertumbuhan modal kita.

Sebagai contoh manajemen resiko, katakanlah sebuah metode memiliki probabilitas 60% kekalahan dan 40% kemenangan. Prinsip diatas dapat berjalan seperti ilustrasi dibawah;

10 Transaksi EUR/USD; setiap transaksi memiliki SL 50 poin dan TP 100. 6 dari transaksi tersebut terkena stoploss dan menghasilkan kerugian, 4 lainnya menghasilkan keuntungan.

  • 6 Transaksi Loss x 50 poin (pips) x $10/poin =- $3,000
  • 4 Transaksi Profit x 100 poin x $10/poin = +$4,000
  • Net Profit/ Loss = +$1,000

Artinya bahwa dengan mengelola manajemen resiko trading Anda, metode yang buruk sekalipun masih dapat Anda manfaatkan untuk menghasilkan keuntungan.

Review

  • Ketika trading, hal yang perlu Anda perhatikan dalam manajemen resiko adalah seberapa besar total kekayaan Anda yang siap Anda tempatkan ke dalam resiko. (Saran pada umumnya berkisar antara 20¬% dan 30%..
  • Hal lain yang perlu diperharikan ketika trading adalah manajemen resiko pergerakan harga, volatilitas, resiko margin dan juga resiko untuk posisi overnight
  • Rasio risk to reward akan memberikan perbandingan manajemen resiko yang diambil terhadap profit yang dihasilkan.

 

@anggawijaksana

Fundamental emas dan perak

Emas dan perak adalah faktor penggerak harga 

Emas dan perak salah satu instrumen trading yang dapat diperdagangkan, sebelum mengambil keputusan trading emas dan perak ada beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan untuk membantu Anda dalam mengambil keputusan untuk  bertransaksi di emas dan perak.

Biasanya pergerakan harga perak mengikuti harga emas, sehingga dalam mempelajari penggerak harga emas, Anda juga dapat mempertimbangkannya sebagai faktor yang dapat menyebabkan perubahan harga perak. Faktor-faktor tersebut adalah:

1. Persediaan emas dan perak 

Berita apa saja yang mengindikasikan terancamnya persediaan emas dan perak dapat membuat harga emas dan perak melonjak naik. Sebagai contoh, demonstrasi atau keributan yang terjadi pada negara penghasil emas dan perak seperti Afrika Selatan dapat menyebabkan kenaikan harga, karena emas dan perak merupakan komoditi yang memiliki sumber terbatas.

2. Even politik

Ketika masalah geo-politik muncul ke permukaan, investor finansial dengan cepat akan mengambil tindakan untuk mengamankan investasi mereka, dan biasanya emas yang telah dikenal selama berabad-abad dengan istilah “safe haven investment” akan dipilih sebagai jalan keluar dibanding seluruh instrumen investasi lain.

Peristiwa penyerangan 9/11 ke Amerika Serikat yang lalu, yang akhirnya mencuatkan isu terorisme global dan membuat anjlok hampir seluruh harga instrumen investasi, merupakan satu contoh peristiwa politik yang membuat harga emas dan perak meningkat tajam.

Peristiwa lain seperti; meningkatnya ketegangan antara India-Pakistan, di jalur Gaza, atau AS-Irak di Timur Tengah dapat membuat investor melarikan dana mereka ke emas, dan menyebabkan harga emas dan perak meningkat tajam.

3. Inflasi

Emas merupakan instrumen ideal untuk melindungi aset Anda (hedging) dari grogotan  inflasi. Kenaikan inflasi terutama terhadap US Dollar yang merupakan basis utama nilai tukar dunia, akan mendorong investor mengalihkan dananya ke emas. Emas diperdagangkan terhadap USD, sehingga selain merupakan safe haven investment, ia juga secara langsungakan mengalami kenaikan ketika mata uang dollar mengalami penurunan.

4. Sukubunga

Kenaikan atau penurunan suku bunga sangat berpengaruh terhadap harga emas. Pemotongan suku bunga terutama oleh Federal Reserves (bank sentral AS) akan menyebabkan turunnyatingkat pengembalian seluruh investasi dollar, dan mendorong investor mengalihkan dananya ke emas, sehingga harga emas meningkat tajam.

Sebaliknya, jika the Fed, menaikkan suku bunga beberapa kali dapat mendorong kenaikan yield investasi dollar, dan membuat arus investasi keluar dari emas sehingga mengakibatkan anjolknya harga komoditi ini.

 

follow me @anggawijaksana

Fundamental Forex

Faktor penggerak pasar 

Fundamental forex adalah metode analisa yang menitik beratkan pada rasio finansial dan kejadian – kejadian yang secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi pergerakan pasar mata uang

Harga mata uang seperti halnya harga saham atau komoditi lain, bergerak naik dan turun berdasarkan aturan permintaan dan penawaran. Permintaan yang tinggi akan mendorong mata uang mengalami penguatan dan rendahnya permintaan dapat melemahkan harga mata uang.

Faktor-faktor fundamental forex penting yang dapat mempengaruhi tinggi atau rendahnya permintaan terhadap mata uang dapat dikategorikan sebagai berikut:

  1. Suku bunga
  2. Kinerja ekonomi
  3. Event politik
  4. Sentimen pasar
  5. Intervensi pemerintah

1. Suku bunga (Interest rates)

Sangat penting untuk memperhatikan tingkat suku bunga dari mata uang, karena fakta fundamental forex   penting yang menggerakkan pasar adalah suku bunga mata uang tersebut.

Uang atau modal akan mengalir masuk ke negara yang menawarkan bunga atau yield yang lebih tinggi. Semakin tinggi suku bunga, maka semakin tinggi arus modal yang masuk, dan dengan sendirinya akan meningkatkan permintaan mata uang negara yang bersangkutan.

2. Kinerja Ekonomi

Beberapa data ekonomi merupakan fundamental forex yang indikator pentingnya menunjukkan kesehatan ekonomi suatu negara. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi yang diperlihatkan oleh data atau indikator tersebut, fundamental forex akan mendorong laju inflasi yang kemudian dapat membuat bank sentral menaikkan tingkat suku bunga.

Umumnya lembaga riset atau perbankan telah memiliki (dan mempublikasikan) perkiraan sebelum dirilisnya data ekonomi tersebut. Pasar juga biasanya akan bergerak sesuai dengan arah perkiraan fundamental forex tersebut untuk mengantisipasi lonjakan. Jika perkiraan baik, maka harga akan relatif menguat dan sebaliknya jika perkiraan buruk, maka harga akan relatif melemah. Lonjakan pergerakan harga umumnya terjadi jika di fundamental forex terdapat perbedaan yang berarti antara perkiraan pasar dan laporan aktualnya.
{break}

Berita fundamental forex penting yang dapat menggerakkan pasar adalah sebagai berikut: 
Tabel 1: Laporan data ekonomi penting

{break}
3. Event politik

Pemilihan Umum (Pemilu), partai pemenang, presiden dan struktur kabinet, suhu politik internasional dan perang adalah beberapa factor fundamental forex politik yang dapat mempengaruhi pasar.

Dibandingkan instrumen lain, fundamental forex merupakan pasar yang paling responsif terhadap even politik, bahkan fundamental forex terkadang lebih besar dibanding efek yang ditimbulkan oleh faktor ekonomi.

Hal ini terjadi karena faktor keamanan suatu negara merupakan hal terpenting dalam investasi. Ketidakstabilan yang muncul dapat mendorong investor menarik dana dari negara tersebut dan menanamkannya ke negara lain yang lebih memiliki kepastian. Investor cenderung menarik dana dengan cepat pada sinyal fundamental forex apa saja yang mengindikasikan ketidakpastian kondisi, sebagai contoh Thai Baht pernah didevaluasi 10% akibat terjadinya kerusuhan di Thailand.

4. Sentimen Pasar

Sentimen fundamental forex yang terbentuk mengacu pada terpenuhi atau tidaknya harapan pasar yang terjadi berulang kali. Pelaku pasar mengambil posisi berdasarkan harapan mereka ke depan dengan bercermin pada apa yang terus menerus terjadi. Dalam kondisi dimana sentimen negatif terbentuk cukup kuat, pasar akan terus mendorong pelemahan mata uang. Bahkan laporan fundamental forex dan berita ekonomi yang baik bersamaan dengan keputusan naiknya suku bunga-pun belum tentu dapat secara konsisten mengubah pergerakan harga.

5. Intervensi pemerintah 

Bank sentral dapat melakukan intervensi di pasar mata uang, dengan melakukan pembelian atau penjualan, sepanjang fundamental forex pergerakan pasar tidak sesuai dengan kebijakan moneter yang dianut. Intervensi fundamental forex kadang dilakukan bersamaan atau bekerjasama dengan negara lain untuk memperkuat efeknya terhadap mata uang.

Untuk merangkung secara sederhana mengenai fundamental forex faktor penggerak pasar, suku bunga dan tingkat inflasi adalah hal pertama yang perlu diperhatikan, karena mempengaruhi arus uang. Tingkat inflasi mempengaruhi suku bunga dan produktifitas. Kedua adalah faktor kepercayaan, karena fundamental forex merupakan gambaran sentimen terhadap ekonomi. Ketiga adalah faktor kebijakan moneter yang dapat memicu intervensi.

Yang perlu diperhatikan juga adalah hasil perdagangan internasional, terutama dari Amerika Serikat yang berulang kali membentuk defisit terbesar

Memilih Pialang Berjangka (Broker trading)

Pialang merupakan mitra Anda yang Anda percayakan untuk menjadi pelaksana transaksi Anda, meskipun terlihat sulit proses pemilihan pialang yang Anda lakukan sebelum ber-investasi atau trading, dapat memudahkan dan menyelamatkan Anda nantinya.

Beberapa fakta dari kami di bawah ini dapat Anda jadikan pertimbangan untuk membandingkan kelayakan sebuah perusahaan pialang;

Legalitas Pialang

Yang pertama dan yang terpenting adalah Legalitas. Perusahaan pialang harus mendapatkan ijin beroperasi dari badan pengawas pemerintah Indonesia, dalam hal ini adalah BAPPEBTI. Selain itu, pialang tersebut juga harus menjadi bagian atau anggota dari bursa-bursa yang ada dan resmi, dalam hal ini adalah BBJ, BKDI, KBI dan ISI.

Carilah broker dengan ijin dan keanggotaan yang lengkap, karena hal tersebut adalah cerminan dari keseriusan dan profesionalitas pialang tersebut dalam industrinya.

Spread dan Komisi

Dari list pialang legal yang ada di tangan Anda, pilihlah perusahaan yang memiliki spread (selisih antara harga jual dan beli) rendah. Karena rendahnya spread memiliki arti ‘rendah biaya’ dan ‘tinggi likuiditas’.

Besarnya jumlah komisi yang harus Anda bayar juga merupakan sarana penting untuk meningkatkan likuiditas transaksi Anda selain mempermurah biaya.

Riset dan Analisis

Faktor ketiga terpenting adalah ketersediaan informasi dan hasil analisis tentang kondisi pasar, yang dapat membantu Anda dalam mengambil keputusan transaksi. Referensi seperti ini dapat berbentuk harian, mingguan dan bulanan. Carilah pialang dari sortiran list Anda yang memberikan referensi lebih lengkap.

Edukasi

Investasi dan trading merupakan dunia yang berbeda bagi kalangan awam, dan bahkan mungkin untuk Anda juga. Sehingga program edukasi menjadi faktor penting yang harus disediakan oleh perusahaan pialang. Edukasi tersebut dapat berbentuk training, seminar, buku, artikel atau melalui media lain yang dapat memandu Anda tahap-demi tahap untuk memahami bisnis ini dan mendalaminya dengan baik.

Produk yang Ekstensif

Faktor selanjutnya setelah faktor-faktor di atas adalah ketersediaan produk yang Anda ingin transaksikan. Perusahaan yang memberikan cakupan produk luas adalah cermin eksistensi pialang tersebut di industrinya, selain akan memudahkan Anda dalam memilih dan mengalihkan produk yang menurut Anda sesuai.

Platform Online Terbaik

Platform trading adalah program aplikasi trading yang menjalankan transaksi Anda secara online baik dari komputer maupun dari mobile phone. Tentunya ini adalah faktor selanjutnya yang Anda harus perhatikan. Ketersediaan produk yang luas tidak akan bermanfaat apapun bagi Anda jika platform trading tidak ada. Dan yang terbaik Anda lakukan adalah mengambil pialang dengan platform unggulan, dari sisi kemudahan pelaksanaan, keringanan kerja dan kecepatan transaksinya.

Support 24 Jam

Umumnya transaksi produk komoditi, derivatif atau berjangka berlangsung hampir 24 jam. Selama masa tersebut Anda memiliki pertanyaan atau mendapatkan masalah yang membutuhkan penyelesaian segera, support dari perusahaan juga harus siap dan tersedia.

Rekening Segregated Account dan Sistem Withdrawal

Segregated account atau rekening terpisah adalah rekening bank perusahaan pialang yang dikhususkan untuk dana nasabah, yang terpisah dari rekening perusahaan itu sendiri. Seluruh hasil dari aktifitas transaksi nasabah langsung dihitung dalam rekening ini, dan akan aman tersimpan karena berada di bawah pengawasan langsung lembaga bursa. Rekening terpisah ini adalah kewajiban pialang yang telah di atur, Anda dapat melakukan pengecekan nomor-nomor rekening tersebut pada bursa terkait. Pilihlah pialang yang memberikan kemudahan alternatif rekening terpisah sesuai dengan bank kepercayaan Anda, karena hal tersebut akan membantu proses withdrawal Anda.

follow me @anggawijaksana

Investasi Vs Trading

Investasi Vs Trading

Konsep yang harus Anda pahami pertama kali adalah adanya perbedaan mendasar antara trading dan investasi. Pendapat umum mengatakan bahwa dua hal ini memiliki substansi yang sama, namun perumpamaan di bawah diharapkan dapat memberi gambaran tentang perbedaan keduanya.

Anda membeli sebuah rumah dengan tujuan untuk menyimpannya sebagai modal dan mendapatkan pasif income. Untuk itu Anda menyewakan rumah tersebut kepada pihak yang membutuhkan.

Seiring waktu, nilai rumah tersebut umumnya mengalami kenaikan dan Anda juga mendapatkan pendapatan tambahan dari penyewaan rumah setiap tahunnya.

Prinsip ini berbeda secara mendasar dengan trading. Trading dalam contoh di atas akan teraplikasikan ketika tujuan Anda membeli rumah adalah untuk menjualnya kembali pada harga yang layak, dan keuntungan Anda diperoleh dari selisih harga pembelian dan penjualan.

Keduanya (investasi dan trading) memiliki cara yang mirip dan dapat saling menguntungkan, namun dari contoh di atas kita dapat mengambil kesimpulan tentang ciri yang membedakannya.

Dunia Keuangan

Investasi pada instrumen keuangan menganut prinsip yang sama, ketika membeli aset semisal saham keuntungan modal akan Anda dapatkan ketika harga saham naik, sementara pasif incomenya Anda peroleh dari dividen yang dibagikan.

Resiko pertama yang muncul dari investasi ini adalah kebutuhan akan counter party. Dengan kata lain, setiap Anda ingin membeli aset, di sana harus ada pihak lain yang menjual. Sebaliknya ketika Anda ingin menjual aset tersebut kembali, harus ada juga pihak yang bersedia membeli.

Resiko counter party muncul dengan sendirinya ketika harga mengalami perubahan cepat misalnya penurunan drastis. Anda akan mengalami kesulitan untuk menemukan pembeli.

Resiko selanjutnya adalah potensi partial fills dimana hanya sebagian saja dari aset Anda yang berhasil terjual.

Aset di atas dapat juga diaplikasikan dalam konsep trading, dengan tingkat resiko counter party lebih rendah walaupun dengan produk yang sama. Hanya saja Anda tidak dapat mengambil keuntungan sesaat dari pernurunan harga yang drastis. Sebab short selling memiliki peraturan yang ketat dan di beberapa negara termasuk Indonesia, hal tersebut sepenuhnya di larang.

Derivatif/ Berjangka

Sementara itu, di bagian lain dunia keuangan, terdapat fasilitas trading yang mampu menjawab berbagai kekurangan tersebut di atas. Yang menjamin likuiditas sepenuhnya terlaksana, baik dari sisi kenaikan dan penurunan harga, maupun dari jumlah aset yang ditransaksikan.

Dalam dunia finansial, terdapat produk-produk derivatif dan produk berjangka yang memenuhi kriteria tersebut di atas yang diperdagangkan di dalam bursa tersendiri. Terdapat banyak keunggulan yang dapat dimanfaatkan dari trading di bursa berjangka. Kelebihan-kelebihan yang patut disimak, antara lain:

  1. Jangka Waktu
    Jangka waktu investasi memiliki rentang yang panjang dan mengikat hingga mencapai tingkat keuntungan ideal. Sedangkan jangka waktu trading diproyeksikan beberapa bulan saja. Seorang investor yang membeli tanah pada lokasi yang menjanjikan dari sisi ekonomi, tetap membutuhkan waktu yang relatif lama untuk menunggu harga tanahnya mengalami kenaikan yang ideal. Penggunaan waktu yang lebih efisien dapat dijumpai pada perdagangan produk berjangka, karena trader dapat mengubah jangka waktu tradingnya dengan menggunakan timeframe yang lebih pendek. Rentang time frame ini dapat disesuaikan hingga sampai 5 menit atau bahkan 1 menit.
  2. Likuiditas
    Dalam dunia investasi, likuiditas trading atau investasi memiliki arti seberapa besar pasar yang tersedia dapat menyerap produk yang di transaksikan (rasio jumlah penjual dan pembeli). Semakin tinggi likuiditas, maka semakin mudah pula proses trading dapat dilakukan. Likuiditas yang rendah membawa kesulitan bagi penjual untuk menemukan pembeli. Bursa berjangka memiliki likuiditas transaksi yang sangat cepat, dijalankan secara online dan dapat melaksanakan transaksi dimanapun Anda berada, tanpa antrian dan tanpa partial fill. Disamping itu, Anda juga dapat langsung melakukan aksi jual tanpa harus direpotkan oleh delay atau proses birokrasi apapun. Hal-hal tersebut bisa dilakukan kapan saja selama sesi perdagangan trading.
  3. Potensi Keuntungan
    Dalam investasi tradisional, tidak terdapat fasilitas leverage karena berbasis modal penuh. Leverage merupakan layanan bagi investor untuk melakukan pembelian suatu instrumen trading dengan hanya mengeluarkan sebagian kecil dari modal investasi/ harga instrumen tersebut. Dalam perdagangan derivatif/ berjangka (penjelasan lebih detil bisa dilihat pada artikel selanjutnya), sebuah instrumen trading berjangka dapat dibeli dengan modal 10% dari nilai instrumen, bahkan ada produk yang dapat dibeli dengan hanya mengeluarkan 1% modal dari nilai instrumennya.
    Perumpamaan penggunaan leverage trading, dapat disimak dalam contoh cerita berikut ini. Seandainya Anda membeli tanah di daerah ‘elit’ ibukota seharga Rp 1 Miliar, dan setelah satu tahun kemudian ketika harganya mencapai Rp.1,1 Miliar, Anda-pun menjual aset tersebut sehingga menghasilkan keuntungan Rp 100 juta. Return On Investment (ROI) Anda akan menjadi: Rp.100.000.00,-/ Rp.1.000.000.000,- x 100% = 10%
    Anda dapat membandingkannya dengan potensi yang bisa diraih melalui trading produk derivatif berdasarkan contoh berikut. Anda membeli 100 troy ounce emas pada harga $1,000 per troy ounce, sehingga total nilai investasi Anda $100,000 (100 troy ounces x $1,000). Namun karena penggunaan leverage, modal yang Anda butuhkan untuk melaksanakan pembelian ini hanyalah sebesar $10,000. Selanjutnya Anda menjual emas tersebut pada harga $1,100 per troy ounce. Dari transaksi ini, Anda memperoleh profit sebesar $10,000 ($100.00 x 100 troy ounce). Perhitungan ROI Anda adalah sebagai berikut:
    $10,000 / 10,000 x 100% = 100% dari nilai investasi kita.

follow me @anggawijaksana

Categories